Sabtu, 10 April 2010

MOSFET

MOSFET mempunyai tiga terminal : Source (S), Drain (D), dan Gate (G). Karaktersitiknya seperti transistor tetapi lebih tahan terhadap gangguan. Perbedaannya, pada transistor pengendalian komutasi dilakukan dengan arus base (Ib) sedangkan pada MOSFET pengendalian komutasi dilakukan dengan tegangan gate (VGS).
Bila kecepatan tinggi diperlukan, maka MOSFET merupakan komponen daya yang terbaik. Tiristor dan transistor dapat digunakan pada frekuensi 400 Hz – 2 kHz, MOSFET dapat digunakan pada frekuensi 20 kHz. Proses pemadaman dan penyalaan MOSFET kira-kira 80 ns dan daya yang hilang karena proses tersebut sangat kecil. Meskipun demikian MOSFET mempunyai kelemahan karena tidak bisa digunakan untuk daya yang besar dan harganya mahal.

Transistor


Transistor mempunyai tiga terminal : Kolektor (C), Emitor (E), dan Base (B). Pada saat kerja, arus kolektor (Ic) merupakan fungsi dari arus base (Ib). Perbandingan arus ini dalam orde 10 sampai 100 kali tergantung dari tipe transistornya. Sebagai saklar elektronik, transistor dioperasikan pada daerah jenuh pada saat konduksi dan pada daerah cut off selama tidak konduksi. Bila mengalir arus base, transistor akan konduksi. Pada saat penyalaan, arus base harus cukup besar sehingga proses penyalaannya cepat. Pada saat pemadaman, arus dikurangi dengan kecepatan yang dapat diikuti oleh arus kolektor sehingga tidak menimbulkan secondary breakdown.

Tiristor

Tiristor merupakan saklar elektronik yang dilengkapi
dengan elektroda kendali. Mempunyai tiga terminal : Anoda (A),
Katoda (K), dan Gate (G). Arus dapat mengalir dari anoda ke
katoda bila Vak positip dan mengalir arus gate. Selama Vak
positip arus tetap mengalir meskipun arus gate sama dengan nol.
Untuk memadamkannya, arus anoda diperkecil (60 mA) selama
waktu tertentu (50 – 100 μs).